Kamis, 02 Juni 2016

Reksadana

REKSADANA
Belakangan ini, ketertarikan masyarakat luas untuk berinvestasi reksadana mulai meningkat, seiring dengan makin maraknya program perencanaan keuangan. Anda mungkin sudah mendapat informasi tentang investasi reksadana, atau setidaknya sekedar pernah mendengar namanya. Namun , kerap kali calon investor pemula yang tertarik tidak segera melakukan investasi karena tidak mengetahui bagaimana cara memulainya, tidak memahami syarat, dan prosedur pembelian dan penjualannya, bahkan tidak mengerti hasil investasinya.
*      Memulai investasi reksadana
Tentukan tujuan investasi dan pahami bahwa seperti investasi pahami bahwa seperti investasi lainnya, investasi reksadana juga mengandung peluang risiko, antara lain keuntungan yang tidak dijamin, sehingga mungkin timbul kerrugian akibat turunnya nilai investasi.
Ada lebih dari 800 prroduk reksadana yang dijual di Indonesia. Untuk mengetahui fakta atau informasi internal mengenai suatu produk reksadana secara lengkap dan rinci, anda wajib membaca prospektus reksadana. Alternatif lain untuk mendapatkan informasi suatu produk reksadana adalah melalui dokumen fund factsheet. Dokumen ini umumnya diterbitkan setiap bulan sekali oleh MI. Fund factsheet berisi laporan kinerja bulanan dan ringkasan informasi penting pada sebuah prospektus, seperti tujuan investasi, strategi investasi, komposisi portofolio, minimal dana investasi, dan sebagainya.


*      Tempat membeli Reksadana
Reksadana dapat dibeli langsung dari lembaga yang mengelola dan menerbitkan produk reksadana, yakni manajer investasi keuntungan membeli langsung melalui MI biasanya jumlah investasi yang lebih terjangkau dan biaya yang lebih murah. Beberapa MI menawarkan produk reksadana dengan minimal pembelian sebesar Rp 100 – 250  ribu saja. Hanya saja, melalui MI pilihan produk reksadana terbatas karena hanya menjual reksadana melalui bank yang memiliki izin sebagai Agen Penjual Reksadana (APERD).

MACAM – MACAM REKSADANA :
1.    ETF
Secara sederhana, ETF adalah reksadana yang unit penyertaannya dipejualbelikan di bursa efek, misalnya Bursa Efek Jakarta (BEJ). Jadi, jeis reksadana yang diperdagangkan di bursa itu bisa jadi reksadana yang sudah lama kita kenal. Bisa reksadana paar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran, atau reksadana indeks. Bedanya , unit penyertaannya diperdagangkan di bursa.
Untuk bisa diperdagangkan di bursa, produk ETF harus melewati proses layaknya pencatatan perdana saham perusahaan. Manajer investasi pun harus menawarkan prospektusnya. Maka, rincian portofolio yang selama ini menjadi rahasia dapur manajer investasi mestinya menjadi lebih transparan dalam penawaran ETF.
2.    Reksadana Campuran
Secara definisi, reksadana campuran merupakan reksadana yang menginvestasikan dananya pada efek ekuitas ( saham) dan efek utang ( obligasi dan deposito) dengan komposisi yang tidak termasuk kategori reksadana pendapatan tetap, reksdana saham, maupun reksadana pasar uang. Pada reksadana pendapatan tetap, misalnya, alokasi dananya pada obligasi tidak boleh kurang dari 80 %.
3.    Reksadana indeks
Sekilas, reksadana ini memang mirip dengan reksadana saham karena manajer investasi (MI) menginvestasikan dana investor ke dalam instrumen saham. Tapi, reksadana ini memiliki beberapa keunikan yang tidak dimiliki reksadana saham.risiko reksdana indeks masih lebih tinggi ketimbang risiko reksadana pendapata tetap, camuran, maupun reksadana pasar uang. Kaarena itu, reksadana ini tidak  cocok untuk semua tipe investor.
4.    Reksadana pasar uang
Reksadana pasar uang bukan berarti reksadana yang menempatkan dana investornya pada berbagai mata uang. Yang benar, reksadana pasar uang adalah reksadana yang menempatkan seluruh atau 100% dana kelollaannya pada instrumen pada pasar uang. Produk ini pas juga buat investor yang mementingkan likuiditas dan orientasi investasinya jangka pendek.
5.    Reksadana pendapatan tetap
Reksadana ini, membiakkan sebagian besar dana investor di dalam instrumen surat utang atau obligasi. Reksadana merupakan alternatif investasi yang tepat bagi investor yang punya dana terbatas. Masalahnya, berdasarkan instrumen investasinya, ada banyak jenis reksadana si pasar yang memiliki profil imbal hasil maupun risiko berbeda – beda.
6.    Reksadana saham
Reksadana saham sanggup memberikan imbal hasil paling tinggi. Tapi , jangan lantass asal tubruk. Dalam investasi selalu berlaku prinsip : hasil investasi yang tinggi sepadan dengan risiko yang tinggi pula. Karena itu, sebelum memutuskan membeli reksadan saham, kenali dan pahami dulu seluk beluknya.
7.    Reksadana terproteksi
Reksadana terproteksi memang mempunyai kelebihan dibandingkan dengan reksadana – reksadana lainnya, yakni ia bisa melindungi invetasi awal investor. Tapi, ia juga mengandung banyak risiko. Sesuai dengan namanya, reksadana terproteksi memang memberikan proteksi atau perlindungan kepada investor.yang menarik, ada pulla beberapa produk CPF yang memberikan proteksi tambahan berupa tingkat keuntungan tertentu. Jadi , yang dilindungi bukan Cuma investasi awalnya, tapi juga keuntungannya. Sebagai contoh ada reksadana terproteksi yang memberikan proteksi sebesar 108 %..

                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar